Tahu gak, hari ini tanggal berapa? ada acara? Yap, hari ini adalah hari opening ceremony Olimpiade Beijing China, dan taukah kalian mengapa di adakan pembukaan tanggal 8 Agustus 08? karena deretan angka tersebut membentuk angka 888 yang merupakan angka keseimbangan dan keberuntungan. Acara ini di siarkan langsung melalui TVRI jam 8 malam waktu Beijing (7 WIB).
Yang unik di opening ceremony, adalah para atlet di sumpah untuk tidak membocorkan apa-apa yang ada di opening ceremony kali ini, sehingga menjadi suprize bagi penonton. Acaranya di awali prosesi tari-tarian, temanya gulungan kertas, sungguh hebat apa yang mereka suguhkan malam itu. Mereka ada yang membentuk gelombang, gunung, lingkaran, dll. Yang saya gak habis pikir gimana mereka membuat pola gelombang di kubangan kalo kena tetes air, terus membentuk barisan yang suangat ruapi, dalam hati berapa lama tuh latihannya? wah bisa berbulan-bulan tuh.
Btw, acara dilanjutkan dengan keluarnya ratusan orang memanggul panggung yang diatasnya ada orang yang memainkan boneka tangan, lalu diteruskan dengan sekumpulan orang berbaju fluorscent dengan lampu di badannya membentuk burung. dan diteruskan nyanyian bahasa China yang dinyanyikan oleh dua orang penyanyi.
Kemudian, muncul seluruh atlet-atlet yang dikirim dari puluhan negara yang mengikuti olimpiade. Dimulai dari negara Yunani. Lalu setelah beberapa negara. Muncul Indonesia memakai baju hitam, seperti baju resmi betawi. Orang yang di sorot di situ Taufik Hidayat. Ada yang agak beda dari urutan negara yang tampil, tidak seperti biasanya mengikuti alfabet latin(A, B,C, …, Z). Melainkan diurutkan berdasarkan alfabet china. Lalu beberapa lama kemudian, muncul dari Amerika serikat, barisannya panjang banget. Setelah itu masih banyak negara lain sampai saya ketiduran, saking lamanya.
Oh, ya pesan buat para atlet yang berjuang di olimpiade kali ini: ‘Maju terus, anak bangsa. berusahalah terus merebut medali emas di berbagai cabang’. Untuk yang nonton: ‘Mari, kita dukung anak bangsa yang berjuang di olimpiade, terutama bulu tangkis kayaknya’. Sekian dan Salam, See you again.
Shigekazu Kajuji
